skip to main |
skip to sidebar
Posted in
Rabu, Januari 11, 2017
Wanita itu seperti kopi; jika kau abadikan ia menjadi dingin, sampai dalam cita rasanya.
Saat wanita diam di depan orang yang ia cintai, munculah banyak kata dalam bentuk air mata!
Wanita itu mulanya takut mendekatimu, namun pada akhirnya ia menangis saat kau menjauh darinya. Sedikit sekali orang yang memahaminya.
Wanita itu tak menginginkan kemustahilan darimu, ia hanya ingin agar kau seperti lelaki yang kau bayangkan tentang saudari kandungnya.
Wanita itu tipu daya besar atau cinta yg agung dan engkaulah yang menentukannya, wahai lelaki.
Wanita itu mengobati, padahal ia sedang demam. Membantu, padahal ia sedang susah. Begadang, padahal ia sedang lelah.
Ia berduka terhadap seseorang yang tak dikenalnya.
Wanita itu selalu ingin diperlakukan seperti bocah kecil, betapapun ia mulai menua.
Wanita yang tenang nan lembut ternyata pembuat kebisingan di hati lelaki.
Wanita itu meskipun keras hati sebenarnya tak pernah kosong dari rasa simpati dan kasih sayang.
Tak aib jika lelaki mau belajar dari hati wanita sesuatu yang menjadikannya manusiawi dan makin lembut.
Wanita itu takut dihiananti, takut kehilangan, takut tiada, dan tak mudah melupakan seseorang yang tiada dicintainya; ia terus mengawasinya dari jauh.
Jangan sampai kau tak punya apa-apa sementara kau menginginkan segala-galanya kepada wanita.
Ingat, saat ruh ditiupkan padamu, kau ada dirahim wanita.
Saat kau menangis, kau ada dipangkuan wanita.
Saat kau kasmaran, kau ada dihati wanita.
Karenanya, perlakukan wanita dengan penuh kelembutan.
Wanita diciptakan sebagai amanah, bukan untuk dihinakan.
Syaikh A'idh Al-Qarni
-Arasy Cinta-
0 Response to "Wanita"
Posting Komentar